Jatinangor Jadi Contoh Kampus Aman dan Inklusif, Kemdiktisaintek Ajak Mahasiswa ITB Aktif Berperan

Berita224 Views

Jatinangor, Ilmuwan.ID – Lebih dari lima ribu mahasiswa baru Institut Teknologi Bandung (ITB) diajak aktif membangun lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan inklusif. Ajakan ini disampaikan Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdiktisaintek, Beny Bandanadjaja, dalam acara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di lapangan sepak bola ITB Jatinangor, Minggu (25/8).

Beny Bandanadjaja menekankan bahwa kampus bukan sekadar tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk mengasah kepemimpinan dan kolaborasi. “Kampus adalah milestone penting bagi mahasiswa. Ruang tumbuh kembang bagi calon pemimpin bangsa. Karena itu, kita harus bersama-sama membangun kehidupan akademik yang aman, nyaman, dan inklusif untuk semua,” ujarnya.

Acara PKKMB ini bukan hanya pengenalan dunia akademik, tetapi juga momen penting membentuk pola pikir mahasiswa baru. Beny mengingatkan bahwa mahasiswa seharusnya tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga berkontribusi pada masyarakat, lingkungan, dan membangun kolaborasi lintas fakultas, pemerintah daerah, serta industri. “Ini saatnya mahasiswa baru mengambil tongkat estafet menjadi motor perubahan kampus. Ilmu pengetahuan, riset, dan teknologi yang dipelajari di kampus harus membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Negeri ini menunggu kontribusi kalian,” tambahnya.

Program Diktisaintek Berdampak, yang digagas Mendiktisaintek Brian Yuliarto, memiliki visi serupa. Program ini menekankan peningkatan kualitas hidup masyarakat, pemberdayaan sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi tepat guna, pemerataan akses pendidikan, serta penguatan ekosistem kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri.

Selain itu, Beny juga menyoroti pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam Kampanye Nasional Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT). Sesuai Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024, program ini bertujuan menciptakan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan fisik, psikis, perundungan, kekerasan seksual, diskriminasi, maupun kebijakan yang menekan mahasiswa. Setiap perguruan tinggi diwajibkan membentuk Satuan Tugas (Satgas) PPKPT untuk mencegah, melaporkan, dan menangani kasus kekerasan di kampus.

“Kampus harus kita jaga bersama agar bersih dari semua bentuk kekerasan. Mahasiswa baru wajib memahami PPKPT agar dapat menjadi bagian dari gerakan ini,” tegas Beny.

Kampanye Nasional PPKPT akan dilaksanakan di berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia, disertai dialog interaktif dengan mahasiswa untuk menumbuhkan budaya akademik yang sehat, setara, dan dewasa. Beny menegaskan, kampus adalah tempat merancang harapan-harapan besar tentang Indonesia Emas, sehingga lingkungan akademik harus aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.

Acara ini turut dihadiri Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT Mayjen TNI Sudaryanto, S.E., M.Han., Rektor ITB Prof. Tatacipta Dirgantara, Wakil Rektor ITB Irwan Meilano, Senat Guru Besar ITB, Satgas PPKPT, serta sivitas akademika ITB lainnya.

Melalui PKKMB dan PPKPT, mahasiswa baru ITB diajak tidak hanya menimba ilmu, tetapi juga menjadi agen perubahan yang membangun kampus inklusif, aman, dan berdaya bagi masyarakat luas. Upaya ini diharapkan menjadi model bagi kampus-kampus lain di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *